Laman

Kamis, 09 Januari 2014

JENIS-JENIS PUISI

1)      Puisi Naratif, yaitu puisi yang di dalamnya mengandung suatu cerita, dengan pelaku, perwatakan, setting, maupun rangkaian peristiwa tertentu yang menjalin suatu cerita. Contoh:
Aku adalah apa yang kupilih
Aku teringat adagium ‘aku adalah yang aku makan’atau ‘aku menjadi apa yang kupikirkan’
yang sebenarnya aku memilih yang kumakan dan kupikir maka aku lebih menyukai perkataanku ini ‘aku adalah apa yang kupilih’
Aku teringat betul kala itu kutonton ‘little house on the prairie’ bukannya ‘si unyil’
kubaca ‘hello’ bukannya ‘hai’ dan sekarang aku tahu aku telah jauh hari memilih hidupku.
Aku pun teringat,sangat kuingat, saat aku memutuskan pulang dari perantauanku mengadu nasib di Sumbawa, meski baru sebentar saja disana, malah belum sempat mengirimkan lamaran ke New Mount, karena sebelumnya, di kapal aku mendengar Iwan Fals menyanyikan lagu yang menantang pendirianku ‘selamat jalan kawan, semoga kau benar’ aku memilih pulang
Aku tak melupakan, tak akan lupa, seketika kakiku tiba di rumah, segera setelahnya aku terima jadwal mengajar, dan aku memilih menerimanya.
Aku teringat, masih teringat, haru biru perjuanganku memilih pendamping hidupku,
aku tak mungkin lupa, ketika aku memilih menyerahkan anak laki pertamaku, usia dua bulan, ke dokter-dokter bedah otak.
Aku masih ingat, masih terus ingat, doaku kepada Allah untuk mengijinkanku merawatnya kembali, apapun yang terjadi.
Aku teringat dan terus terus terus ingat aku telah memilih, aku mengakui bahwa aku memilih dan bukan berdiam, aku telah menjadi apa yang kupilih dan bukan menyerah menyalahkan takdir.
Aku teringat, tak mungkin lupa, yang kupilih
Melbourne, 20 April 2009
Puisi untuk Anak Lelakiku tersayang, Senthforth Faizulhub
Senin, 2009 April 20 21:12:00 BNT


2) Puisi Lirik, yaitu puisi yang berisi luapan batin individual penyairnya dengan segala macam endapan pengalaman, sikap, maupun suasana batin yang melingkupinya. Contoh:









 


AKU

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi





3 ) Puisi Dramatik, yaitu puisi yang secara objektif menggambarkan perilaku seseorang, baik lewat lakuan, dialog, maupun monolog sehingga mengandung gambaran suatu kisah
tertentu. Contoh:
 


HAMPA
kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.




4) Puisi Satirik, yaitu puisi yang mengandung sindiran atau kritik tentang kepincangan atau  ketidakberesan kehidupan suatu kelompok maupun suatu masyarakat. Contoh:

 


AKU BERTANYA

Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.

(W.S. Rendra)






5) Romance, yaitu puisi yang berisi luapan rasa cinta seseorang terhadap sang kekasih. Contoh:

 


Ingin Kulupakan Cinta
setelah hampa tinggallah ruang kosong di hati kembali                                                    kau hadir ketika lelap menyelimuti                                                                                harusnya kau sadar!                                                                                                         kaupun tak patut kembali walau hanya dalam mimpi!                                                             jalan setapak yang kita lalui dulu                                                                               hanyalah kepingan sampah kenangan yang seharusnya kubuang jauh dan pasti kubuang jauh                                                                                                         dan akupun harusnya sadar                                                                                    melupakanmu hanyalah memberikan sedikt goresan tipis di hati








6) Elegi, yaiu puisi ratapan yang mengungkapkan rasa pedih seseorang. Contoh:          
 


Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)





7) Ode, yaitu puisi yang berisi pujian terhadap seseorang yang memiliki jasa ataupun sikap kepahlawaanan. Contoh:

ODE
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)


















8) Hymne, yaitu puisi yang berisi pujian kepada Tuhan maupun ungkapan rasa cinta
terhadap bangsa maupun tanah air. Contoh:

 


DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling




9) Puisi Epik, yaitu suatu suatu puisi yang di dalamnya mengandung cerita kepahlawanan, baik kepahlawan yang berhubungan dengan legenda, kepercayaan, maupun sejarah. Contoh:

 


DIPONEGORO
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api                                                                      Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.













10) Puisi Didaktik, yaitu puisi yang mengandung nilai-nilai kependidikan yang umumnya tertampil eksplisit. Contoh:

 


Sekolahku, mimpiku

Aku ingin menjadi astronot
Aku ingin menjadi pilot
Aku ingin membuat robot
Namun tubuh kecilku terperangkap diantara angkot-angkot

Kadang aku iri
Semua anak bisa sekolah
Sedangkan aku sendiri
Mengais rezeki tak kenal lelah 

Aku ingin belajar
Aku ingin pintar
Semangatku tak boleh gentar
Ya! Tak boleh gentar

Akan ku hadapi semua rintangan
Demi sekolah yang ku impikan
Suatu saat akan aku buktikan
Aku juga mempunyai masa depan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar