Laman

Kamis, 09 Januari 2014

Pidato tentang Cerita Rakyat Lombok dan Sumbawa sebagai Media Mendidik dari Genarasi ke Generasi

Assalamau’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua
Bapak ibu guru penguji yang saya hormati serta teman-teman seperjuangan yang saya banggakan.
Pertama- tama marilah kita panjatkan puji sukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan berkah dan rahmatnyalah kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat sehingga kita bisa melaksanakan ujian praktek hari ini. Izinkanlah saya saya untuk menyampaikan pidato yang bertema “Cerita Rakyat Lombok dan Sumbawa sebagai Media Mendidik dari Genarasi ke Generasi”
Seiring  dengan perkembangan jaman yang semakin terbuka dalam mengakses informasi, termasuk akses untuk memperoleh informasi dari berbagai budaya luar negeri, sehingga berpengaruh pada semakin memudarnya semangat untuk melestarikan budaya daerah kita sendiri, khususnya cerita rakyat.
Cerita tentang berbagai budaya  asing mudah sekali masuk ke negara kita melalui media,baik media elektronik maupun media cetak, terlebih dengan semakin berkembangnya teknonolgi informasi sehingga anak-anak jaman sekarang lebih tertarik membaca cerita-cerita seperti Harry Potter, Twilight, Cinderella, dan sebagainya daripada cerita rakyat dari daerah kita sendiri, seperti Putri Mandalika, Cupak Gerantang, Batu Pampang,  dan sebagainya.
Bapak ibu guru penguji dan teman-teman sekalian, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cerita rakyat dari daerah Lombok, yaitu Cupak Gerantang. Cupak Gerantang adalah cerita rakyat yang biasanya ditampilkan pada teater rakyat tradisional khas Lombok yang sederhana. Lakon ini biasanya dipentaskan pada acara-acara perayaan sperti acara pernikahan ataupun pada festival seni budaya.
Cerita ini menceritakan tentang dua tokoh kakak beradik yaitu Cupak dan Gerantang yang berkelana di hutan belantara untuk  mendapatkan keberuntungan namun terjadi pengkhianatan terhadap saudaranya sendiri yaitu Cupak yang menghianati adiknya, Gerantang. Kakakter Cupak mencerminkan semua sifat yang buruk pada diri manusia, ia rakus, dengki, seringkali berkhianat bahkan suka mencuri. Karakternya pun digambarkan dalam penampilan dimana ia berwajah buruk rupa, berbadan tambun, dan gerak geriknya mencerminkan sifat culas. Sedangkan karakter Gerantang sang adik, memncerminkan sifat-sifat yang baik yaitu rendah hati, jujur, berbudi pekerti baik, dan tutur katanya pun sopan. karakternya digambarkan sebagai pemuda yang tampan, bertubuh bagai kesatria tegap namun luwes, gagah dan gerak-geriknya halus.
Sang kakak Cupak sering mencurangi bahkan berusaha membunuh sang adik Gerantang. Namun Gerantang adalah seorang yang pemaaf dan tak pernah menyimpan dendam pada kakaknya. Hubungan di antara keduanya memang dimaksudkan untuk menggambarkan dua sifat pada manusia, baik dan buruk yang terus mengalami pertentangan. Namun sebagai cerita rakyat yang mendidik, Lakon ini selalu diakhiri dengan menangnya sifat baik yang ada dalam diri manusia.          
Cerita Cupak Gerantang ini pada awalnya adalah sebuah cerita rakyat yang sering ditampilkan dalam bentuk seni tari topeng yang lama-kelamaan dikembangkan menjadi lakon teater tradisional, dengan tujuan menjadi media pendidikan yang dapat dicerna masyarakat sehingga penuh dengan makna dan ajaran positif yang terkandung didalamnya.
Bapak ibu guru penguji serta teman-teman seperjuangan.
Kini Negeri ini penuh dengan rumah mewah yang telah menelan rumah-rumah tradisional. Anak bangsa jaman sekarang telah memiliki fasilitas-fasilitas yang mereka inginkan tetapi sifat baik seperti yang dimiliki Gerantang kini susah ditemukan. Negeri ini penuh dengan Cupak karena Gerantang masih terus bersembunyi, entah apa yang ditunggu.
Ketika semua orang ingin menjadi pemimpin setelah itu pemimpinnya tak banyak melihat kebawah, rakyat hanya memaki dengan suara yang tak terdengar karena orang yang dipercaya untuk menyampaikan aspirasi hanya tukang berkelahi, ataupun preman yang terbiasa hidup di terminal-terminal. Dan kini semakin banyak orang yang memiliki sifat seperti Cupak.
Bapak ibu guru penguji dan teman-teman yang saya sayangi,
Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan. kurang lebihnya mohon dimaafkan.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi.



1 komentar:

  1. wahh mantaap, makasi yaa kaka.. copy dulu buat ujian praktek huehehe

    BalasHapus